1. Abdullah bin Abdul Muthalib
Beliau adalah ayah dari Nabi Muhammad ﷺ. Nama “Abdullah” menunjukkan bahwa bahkan keluarga terhormat Quraisy sudah mengenal Allah sebelum turunnya wahyu. Abdullah bin Abdul Muthalib wafat sebelum Nabi lahir, namun namanya menjadi simbol bahwa pengakuan terhadap Allah telah hidup di tengah masyarakat Makkah pra-Islam.
2. Abdullah bin Jud‘an
Salah satu tokoh Quraisy terkenal di masa jahiliyah. Ia dikenal dermawan dan menjadi tuan rumah perjanjian Hilf al-Fudhul, perjanjian untuk menegakkan keadilan di Makkah. Meskipun hidup dalam sistem jahiliyah, namanya yang berarti “hamba Allah” memperlihatkan bahwa pengakuan terhadap Allah telah ada dalam budaya Arab sebelum kenabian.
3. Abdullah bin Abu Quhafah (Abu Bakar Ash-Shiddiq)
Nama asli Abu Bakar adalah Abdullah bin Utsman bin Amir bin Amr bin Ka‘b bin Sa‘d bin Taim.
Ia lahir sebelum masa kenabian, dan menjadi sahabat paling dekat dengan Rasulullah ﷺ.
Nama “Abdullah” sudah melekat padanya sejak sebelum ia masuk Islam, menandakan bahwa penyebutan Allah sebagai Tuhan tertinggi sudah dikenal di kalangan suku Taim Quraisy.
4. Abdullah bin Ubay bin Salul
Seorang tokoh suku Khazraj di Madinah yang sebelum kedatangan Nabi hampir diangkat sebagai pemimpin seluruh Yatsrib. Nama “Abdullah” yang disandangnya berasal dari masa sebelum Islam, menunjukkan bahwa tradisi mengenal Allah tidak terbatas pada wilayah Makkah saja. Meski kemudian dikenal sebagai pemimpin kaum munafik, fakta sejarah namanya tetap menunjukkan eksistensi pengenalan terhadap Allah sebelum Islam.
5. Abdullah bin Jahsy
Salah seorang sahabat Nabi dari Bani Asad. Ia sudah bernama “Abdullah” sejak masa jahiliyah. Ketika Islam datang, ia termasuk yang pertama berhijrah ke Habasyah. Namanya menjadi bukti bahwa konsep penghambaan kepada Allah telah dikenal bahkan sebelum turunnya wahyu.
6. Abdullah bin Suhail bin Amr
Anak dari Suhail bin Amr, salah satu tokoh Quraisy yang terkenal. Ia masuk Islam sebelum peristiwa hijrah ke Madinah. Nama “Abdullah” yang sudah digunakan sejak sebelum ia masuk Islam menegaskan bahwa istilah tersebut sudah akrab di kalangan masyarakat Quraisy.
7. Abdullah bin Mas‘ud
Lahir sebelum masa kenabian di Makkah, Abdullah bin Mas‘ud menjadi salah satu sahabat terdekat Nabi dan termasuk golongan pertama yang masuk Islam. Namanya yang sudah mengandung unsur “hamba Allah” sejak masa jahiliyah menunjukkan bahwa penyebutan nama Allah telah dikenal di kalangan rakyat biasa, bukan hanya bangsawan.
8. Abdullah bin Umar
Lahir sekitar tiga tahun sebelum kenabian. Ayahnya, Umar bin Khattab, semula belum memeluk Islam. Namun nama “Abdullah” sudah diberikan sebelum Islam datang, menandakan bahwa masyarakat Quraisy sudah mengenal nama Allah bahkan di lingkungan keluarga yang belum beriman.
9. Abdullah bin Abbas
Sepupu Nabi Muhammad ﷺ, lahir beberapa tahun sebelum hijrah. Ayahnya, Abbas bin Abdul Muthalib, sudah termasuk kalangan Quraisy yang menghormati nama Allah. Meskipun lahir menjelang masa kenabian, penggunaan nama “Abdullah” tetap menunjukkan kesinambungan tradisi penyebutan nama Allah di masyarakat Arab.
10. Abdullah bin Amr bin al-‘Ash
Lahir sebelum hijrah dan merupakan putra dari sahabat Amr bin al-‘Ash. Nama “Abdullah” yang disandangnya memperkuat bukti bahwa nama ini sudah menjadi bagian dari tradisi penamaan Arab bahkan sebelum Islam, karena diambil dari akar keyakinan akan keberadaan Allah sebagai Tuhan langit dan bumi.
Kesimpulan
Dari sepuluh nama di atas, dapat disimpulkan bahwa bangsa Arab telah mengenal nama Allah jauh sebelum masa kenabian. Meskipun mereka hidup dalam sistem penyembahan berhala, konsep tentang “Allah” sebagai Tuhan tertinggi sudah tertanam dalam bahasa dan budaya mereka. Penggunaan nama “Abdullah” menjadi bukti historis bahwa fitrah pengakuan terhadap Tuhan Yang Maha Esa tetap ada, meski telah tercampur dengan praktik kemusyrikan.
Belum ada yang komen nih..